headerphoto

MENJADI GURU YANG SMART

Minggu, 27 Januari 2008 16:33:23 - oleh : admin

SMART itu cerdas, pintar, dan bijak. Sebuah konotasi yang positif, jika disandingkan dan dibandingkan dengan istilah sepupunya CLEVER, yang makna konotasinya lebih mengarah kepada "banyak akal".

Sesulit menciptakan proses pembelajaran yang bermodel PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), maka sesulit itulah menjadi seorang guru yang SMART. Karena kecerdasan bukan sekedar genetis (bawaan/keturunan) atau produk dari sebuah diklat, melainkan ia juga muncul dari sebuah kesadaran. Ia juga datang dari hati. Kemunculannya ibarat sebuah idealisme yang utuh, sejatinya seorang pendidik, dan bukan sekedar pengajar.

Menjadi guru yang SMART identik dengan menjadi guru yang profesional. Menyadari kelemahan kelemahan diri, tetapi mampu membangun kekuatan atas kelemahan itu. Ia memiliki kekuatan, tetapi tidak untuk mendominasi kelemahan orang lain (baca: peserta didik). Sekali waktu ia juga pandai memotivasi siswa, sehingga dibalik kelemahan siswa itu muncul potensi lainnya yang lebih besar. Guru yang SMART akan merasa puas, jika kompetensi dan posisi muridnya kelak di kemudian hari, berada di atas kemampuan sang guru saat ini.

Dicari!

Andakah orangnya?

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "ARTIKEL GURU" Lainnya